Pertamuda Seed and Scale 2025 mempertemukan gagasan usaha dengan dukungan pengembangan bisnis. Dalam liputan Metro TV, Pertamina mengumumkan pemenang untuk kategori Early Stage Startup, Energy Optimization, dan Energy Future. Nautical Nurture termasuk dalam jajaran pemenang kategori Energy Optimization.
Bagi pelaku usaha yang bekerja dekat dengan produksi dan pengolahan bahan, program seperti ini membuka pembahasan tentang langkah setelah sebuah ide terbentuk. Produk perlu dijelaskan, proses perlu ditata, dan calon pengguna perlu memahami manfaat yang ditawarkan. Di ekosistem rumput laut, pekerjaan tersebut melibatkan hubungan antara petani, tim pascapanen, penyedia teknologi, dan pembeli.
Mengembangkan gagasan dari pekerjaan sehari-hari
Sebuah usaha yang sedang menyusun produk memiliki kebutuhan yang berbeda dengan usaha yang sudah menangani permintaan pembeli. Pada tahap awal, tim mungkin masih memilih masalah yang ingin diselesaikan dan menentukan pengguna yang akan dilayani. Ketika kegiatan operasional berkembang, perhatian juga mencakup pembagian pekerjaan, biaya, serta informasi yang diperlukan untuk menjaga layanan.
Perbedaan itu relevan saat pelaku usaha menentukan bentuk dukungan yang dibutuhkan. Diskusi produk, pendampingan operasional, dan pertemuan dengan calon mitra memiliki tujuan masing-masing. Tim dapat memulai dengan memetakan pekerjaan yang sudah berjalan, lalu menjelaskan bagian yang membutuhkan pengetahuan, sumber daya, atau hubungan bisnis tambahan.
Pada rantai pasok rumput laut, pertanyaan tentang pengembangan produk dapat berangkat dari penanganan hasil panen. Tim perlu mengetahui bagaimana bahan dibersihkan, bagaimana pengeringan dikelola, dan bagaimana kondisi bahan dicatat sebelum diteruskan kepada pembeli. Setiap tahap menjadi tempat untuk menilai kebutuhan pengguna dan menentukan dukungan yang sesuai.
Algavera App, misalnya, mencakup pencatatan keuangan harian dan hasil panen, monitoring tambak dan gudang, serta informasi pasar rumput laut. Petani dapat membahas kebutuhan pencatatan bersama tim, sementara pembeli membahas jenis bahan dan pasokan melalui Alga B2B Partner. Kedua percakapan tersebut merujuk pada perjalanan bahan yang sama, dari produksi sampai penjualan.
Menjelaskan nilai produk dengan contoh yang bisa diikuti
Liputan Metro TV memuat penekanan Fauzan Adziman tentang pentingnya menjelaskan cerita dan nilai di balik produk. Untuk usaha rumput laut, penjelasan tersebut dapat mengikuti kegiatan yang dikenal pengguna. Tim bisa menunjukkan bagaimana sebuah catatan dibuat, siapa yang membutuhkannya, dan keputusan apa yang dapat dibantu oleh informasi tersebut.
Sebagai contoh, kebutuhan pembeli terhadap informasi bahan dapat dihubungkan dengan pekerjaan pencatatan di gudang dan tambak. Penjelasan semacam ini membantu calon pengguna memahami tempat sebuah layanan dalam operasional mereka. Tim juga dapat memperoleh pertanyaan yang lebih terarah mengenai proses penerapan, tanggung jawab, dan informasi yang masih diperlukan.
Menghubungkan pendampingan dengan kebutuhan mitra
Metro TV menjelaskan dukungan bagi pemenang melalui mentoring, jejaring industri, peluang kolaborasi, serta program bisnis luar negeri. Dalam konteks pengembangan usaha, kesempatan tersebut dapat digunakan untuk memperjelas kebutuhan kerja sama dan membahas persiapan yang diperlukan oleh kedua pihak sebelum memulai kegiatan bersama.
Untuk pasokan rumput laut, persiapan dapat mencakup kesepakatan mengenai jenis bahan, acuan kualitas, pencatatan, dan mekanisme pemesanan. Petani dan pembeli perlu memahami informasi yang menjadi pegangan mereka. Pembagian tanggung jawab yang jelas membantu tim menentukan pekerjaan mana yang dapat dilakukan sendiri dan pekerjaan mana yang membutuhkan dukungan mitra.
Menyusun tindak lanjut yang dapat dikerjakan
Sesudah berdiskusi dengan pendamping atau calon mitra, tim dapat menerjemahkan kebutuhan yang ditemukan menjadi pekerjaan yang lebih kecil. Pemeriksaan catatan panen, penjelasan tentang standar bahan, atau pembahasan alur pemesanan bisa menjadi titik awal. Pilihan langkah tersebut perlu mengikuti kondisi usaha dan kemampuan tim yang akan menjalankannya.
Bagi calon mitra Algavera, diskusi dapat dimulai dengan menjelaskan posisi dalam rantai pasok dan kebutuhan saat ini. Petani dapat membahas produksi dan pascapanen, sementara pelaku industri dapat membahas bahan serta mekanisme pasokan. Informasi itu membantu tim menentukan pihak yang perlu terlibat dan pokok pembahasan untuk pertemuan berikutnya.



