Kembali ke Blog

NauticalNurture membawa inovasi rumput laut ke Silicon Valley

Melalui program Pertamuda, startup binaan UNAIR memperkenalkan solusi rantai pasok rumput laut di Startup Grind Conference 2026.

Albert Rafael berbicara di Startup Grind Conference 2026
Foto: PASINBIS Universitas Airlangga

NauticalNurture mengikuti Startup Grind Conference 2026 di Silicon Valley, Amerika Serikat, melalui program Pertamuda. Startup yang dikembangkan Albert Rafael dan didampingi PASINBIS Universitas Airlangga ini membawa gagasan tentang rantai pasok rumput laut ke forum yang mempertemukan pendiri usaha, pelaku teknologi, dan investor.

Bagi sektor yang bertumpu pada kegiatan petani pesisir, kesempatan bertemu ekosistem bisnis internasional membuka pembicaraan yang lebih luas. Ada kebutuhan untuk menjelaskan bagaimana rumput laut diproduksi, bagaimana kualitasnya dijaga, dan bagaimana hasil panen bisa sampai ke pembeli. Persoalan tersebut juga menjadi fokus ekosistem Algavera dalam menghubungkan tambak dengan industri.

Membawa persoalan pesisir ke percakapan global

Rantai pasok rumput laut melibatkan pekerjaan yang saling bergantung. Petani menyiapkan produksi, tim pascapanen menangani pembersihan dan pengeringan, sementara pembeli membutuhkan informasi tentang bahan yang akan diterima. Ketika setiap tahap berjalan dengan catatan dan ukuran yang berbeda, pelaku usaha perlu menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencocokkan informasi sebelum mengambil keputusan.

Dalam konteks ini, memperkenalkan usaha rumput laut kepada calon mitra membutuhkan penjelasan yang dekat dengan pekerjaan sehari-hari. Siapa yang menyediakan bahan, bagaimana hasil panen dicatat, dan apa yang menjadi acuan kualitas merupakan pertanyaan yang bisa membantu membuka diskusi. Dari penjelasan tersebut, calon mitra dapat memahami bagian rantai pasok yang ingin diperbaiki dan peran teknologi di dalamnya.

Teknologi yang terhubung dengan pekerjaan di tambak

Liputan PASINBIS menjelaskan pendekatan NauticalNurture melalui sistem B2B digital berbasis AI. Dalam pengembangan solusi seperti ini, informasi yang masuk ke sistem perlu berasal dari proses yang bisa dikenali dan ditelusuri. Catatan produksi, kondisi hasil panen, serta kebutuhan pembeli memberi konteks bagi penggunaan teknologi dalam kegiatan perdagangan.

Smart Alga Farm mencakup pendampingan di tambak, dukungan pengeringan dan pembersihan, serta sertifikat kadar air untuk hasil panen. Algavera App menyediakan pencatatan produksi dan penjualan. Informasi dari pekerjaan tersebut menjadi bahan pembicaraan dengan pembeli melalui Alga B2B Partner: bahan apa yang tersedia, bagaimana kondisinya, dan kebutuhan pasokan apa yang ingin dipenuhi.

Dari pitching menuju percakapan tentang kemitraan

Agenda konferensi mencakup diskusi dan pitching di hadapan investor. Waktu presentasi yang terbatas menuntut pendiri usaha memilih informasi yang paling membantu lawan bicara memahami produk. Penjelasan perlu mencakup pengguna, kebutuhan yang dihadapi, cara kerja solusi, dan alasan seseorang bersedia menggunakannya dalam kegiatan bisnis.

Untuk usaha di sektor rumput laut, pembicaraan dapat dimulai dari perjalanan hasil panen. Contohnya, bagaimana informasi dari tambak diteruskan ke tim pascapanen, lalu digunakan pembeli untuk menilai kesesuaian pasokan. Alur yang jelas membantu calon mitra mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik tentang operasional, kualitas, dan kebutuhan kerja sama.

Peserta juga mengunjungi KJRI San Francisco. Pertemuan lintas lembaga seperti ini memberi kesempatan untuk mengenalkan bidang usaha dan mencari titik temu. Dalam pengembangan bisnis, hubungan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui percakapan yang lebih rinci mengenai kebutuhan pasar, bentuk kemitraan, dan kesiapan masing-masing pihak.

Pada rantai pasok rumput laut, titik temu bisa berupa kebutuhan terhadap bahan dengan acuan kualitas tertentu, dukungan pencatatan, atau pendampingan proses pascapanen. Menyebut kebutuhan secara konkret membantu kedua pihak menentukan apa yang perlu dibahas berikutnya. Percakapan pun dapat bergerak dari pengenalan umum menuju penilaian terhadap kemungkinan kerja sama.

Tetap berpijak pada kebutuhan petani dan pembeli

Pengembangan pasar membawa pekerjaan lanjutan di tingkat operasional. Catatan harus mudah digunakan, informasi bahan perlu diperbarui, dan standar yang dibicarakan dengan pembeli perlu dipahami oleh tim di lapangan. Kesiapan tersebut menjadi bagian dari pekerjaan membangun hubungan antara pesisir dan industri yang menjadi arah ekosistem Algavera.

Bagi petani dan calon mitra, pembicaraan dapat dimulai dari kondisi yang sedang dihadapi: kebutuhan pendampingan produksi, penanganan hasil panen, pencatatan, atau pasokan bahan baku. Dari kebutuhan itu, tim dapat menilai pilar ekosistem yang sesuai dan merumuskan bentuk kerja sama dengan tugas serta harapan yang jelas.