Kembali ke Blog

Nautical Nurture masuk Top 3 Energy Optimization Pertamuda 2025

Pengakuan untuk inovasi yang mendukung efisiensi energi, disertai kesempatan mentoring dan pengembangan jejaring bisnis.

Para pemenang menerima penghargaan Pertamuda 2025
Foto: Pertamina / Kompas.id

Nautical Nurture tercatat sebagai salah satu pemenang Top 3 kategori Energy Optimization dalam Pertamuda Seed and Scale 2025. Liputan Kompas.id menempatkannya bersama VELAARIS dan Drillytics dalam jajaran pemenang kategori tersebut. Pengakuan ini memberi konteks bagi pembahasan tentang teknologi dan efisiensi dalam kegiatan usaha.

Di sektor rumput laut, pembahasan efisiensi dapat dimulai dari pekerjaan yang sudah dikenal petani dan pelaku pascapanen. Pengeringan, pembersihan, penyimpanan, dan pencatatan memerlukan perhatian yang berbeda. Membaca pencapaian ini dari sudut tersebut membantu menghubungkan sebuah penghargaan dengan kebutuhan operasional yang menjadi fokus ekosistem Algavera.

Membaca pencapaian dari kebutuhan lapangan

Sebuah usaha perlu menjelaskan dengan jelas proses yang ingin diperbaiki. Untuk rumput laut, percakapan dapat dimulai dari bagaimana hasil panen ditangani dan informasi apa yang digunakan untuk mengambil keputusan. Petani, tim pascapanen, dan pembeli mungkin memerlukan catatan yang berbeda, tetapi semuanya berkaitan dengan bahan yang sama.

Pengakuan dalam kompetisi memberi kesempatan untuk memperkenalkan pendekatan tersebut kepada lebih banyak pihak. Pembahasan selanjutnya tetap memerlukan penjelasan mengenai pengguna, pekerjaan yang didukung, dan cara menilai hasil penerapan. Dengan pertanyaan yang terarah, calon mitra dapat melihat bagian operasional yang paling relevan dengan kebutuhan mereka.

Efisiensi dimulai dari proses yang bisa dipantau

Dalam ekosistem Algavera, Smart Alga Farm menyediakan dukungan pengeringan, pembersihan, dan pendampingan di tambak. Alga IoT mencakup pemantauan suhu, kadar air, alarm, dan akses jarak jauh. Data kondisi bahan dan kegiatan pengeringan dapat membantu operator menentukan hal yang perlu diperiksa sebelum hasil panen diteruskan ke tahap berikutnya.

Pencatatan menjadi bagian dari penilaian proses tersebut. Waktu penanganan, kondisi yang dipantau, serta acuan hasil perlu disepakati agar pemeriksaan berikutnya mempunyai dasar yang sama. Sertifikat kadar air yang termasuk dalam layanan Smart Alga Farm juga memberi pembeli informasi tentang hasil panen. Untuk menilai perubahan operasional, tim tetap perlu mencatat kondisi sebelum dan sesudah penerapan dengan ukuran yang sesuai.

Menggunakan pendampingan untuk menajamkan usaha

Kompas.id menyebut dukungan lanjutan berupa mentoring bisnis, akses jejaring industri, dan peluang kolaborasi dengan Pertamina Group. Bagi sebuah usaha rintisan, pendampingan dapat digunakan untuk menguji penjelasan tentang produk dan memperjelas hal-hal yang masih perlu dikerjakan sebelum sebuah kerja sama dapat dijalankan.

Dalam konteks rantai pasok rumput laut, pertanyaan tersebut bisa mencakup kebutuhan pembeli, kesiapan bahan, pembagian tugas pascapanen, serta biaya layanan yang ditawarkan. Masing-masing membutuhkan jawaban yang dapat dijelaskan kepada calon mitra. Diskusi dengan pendamping membantu tim menyusun prioritas dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan tahap pengembangan usahanya.

Menyiapkan kerja sama setelah menerima penghargaan

Hubungan dengan industri memerlukan kesepahaman tentang produk yang akan dipasok. Jenis bahan, acuan kualitas, informasi hasil panen, dan mekanisme pemesanan menjadi bagian dari percakapan tersebut. Pada ekosistem Algavera, Alga B2B Partner menghubungkan kebutuhan pasokan dengan pekerjaan yang dilakukan pada tahap produksi dan pascapanen.

Persiapan seperti ini juga relevan dengan kesempatan pendampingan bisnis luar negeri yang disebut dalam liputan. Sebelum membahas pasar yang lebih luas, pelaku usaha perlu mampu menjelaskan prosesnya sendiri. Catatan yang rapi dan tanggung jawab yang jelas memberi dasar bagi pembicaraan tentang kebutuhan tambahan yang mungkin diminta oleh calon pembeli.

Pada tingkat operasional, pekerjaan berlanjut melalui komunikasi dengan petani, pemeriksaan informasi bahan, dan penyesuaian dukungan terhadap kebutuhan di tambak. Arah pengembangan perlu diterjemahkan menjadi tugas yang dapat dikerjakan oleh tim. Dari sana, penerapan solusi dapat dibahas berdasarkan kondisi dan catatan yang tersedia.

Petani maupun pelaku industri yang ingin membahas kemitraan dapat memulai dengan menjelaskan proses yang membutuhkan dukungan. Kebutuhan pengeringan, pencatatan, monitoring, atau pasokan akan membawa pembicaraan yang berbeda. Tim Algavera dapat menggunakan informasi tersebut untuk menilai kesesuaian layanan dan menyusun langkah kerja bersama calon mitra.